📢 Announce 📢

Jangan lupa bantu kami dengan donasi
Jitsuwa

Bab 17: Di Acara Perayaan Malam (Sudut Pandang Pria Berkemampuan Tinggi

September 18, 2026 • Penerjemah: Jerinnn
Ukuran:
Mode:

 Himegi-san berhasil memenangkan kontes gadis tercantik di sekolah. Alasan kemenangannya kurasa karena kemampuan adaptasinya yang tinggi, seperti menyelipkan lelucon cerdas saat perkenalan diri dan menari untuk menjawab tantangan tak terduga dari pembawa acara.

Meskipun, kalaupun dipilih murni berdasarkan standar kecantikan wajah karena dia adalah gadis paling cantik di antara para peserta, hasilnya pasti akan tetap sama.

Kendati demikian, dada ini terasa bergemuruh di saat kemenangannya diumumkan, membuatku kembali menyadari betapa hebatnya Himegi-san itu.

Aku sebenarnya ingin segera menyampaikan kata-kata apresiasi padanya, namun begitu Himegi-san turun dari panggung, teman-teman sekelas langsung menyerbunya hingga tercipta situasi yang sangat padat.

Merasa akan sulit untuk bergabung dalam kerumunan itu, aku memutar balik badan dan keluar dari gedung olahraga. Lalu, sambil menunggu di tempat berpisah kami sebelum kontes tadi, Himegi-san menerobos kerumunan orang dan berhasil keluar.

Namun, mengekor di belakangnya, tampak para cowok yang sepertinya mengincar Himegi-san mulai bermunculan dan mengawasi situasi kami dari kejauhan.

Tatapan penuh rasa penasaran yang diarahkan kepada Himegi-san, sang pemenang kontes. Aku merasa minder, berpikir kalau orang sepertiku berdiri di sampingnya, orang-orang mungkin akan menganggapnya aneh.

「──Guru, lihat ini. Waktu coba-coba ikut karena terbawa suasana, malah menang juara pertama.」

Himegi-san berkata dengan nada bangga, tapi aku tidak tahu harus merespons apa, dan malah berucap, "Aku merasa ada jarak di antara kita."



Padahal yang ingin kukatakan sebenarnya adalah memuji kemampuan self-branding-nya yang tinggi, atau mengapresiasi kerja kerasnya di atas panggung. Namun, aku keburu takut orang-orang di sekitar akan berpikir, 'Kira-kira siapa sih kamu sampai bersikap begitu?'

Tak lama kemudian, kami mulai berjalan, sementara orang-orang di sekitar tetap mengikuti dengan menjaga jarak.

Aku ingin secepatnya membahas soal perpanjangan kontrak, tapi situasinya terlalu ramai untuk dibicarakan, dan aku tidak bisa memikirkan cara bagaimana agar bisa berdua saja.

Di tengah kebingungan itu, waktu bagi Himegi-san untuk menjaga stan game pelarian teka-teki pun tiba.

Begitu kembali ke ruang kelas kami, antrean panjang sudah mengular dari pintu masuk. Rupanya, permainan ini mendapat ulasan bagus di antara para pengunjung. Melihat semua orang bekerja dengan sibuk namun tampak menikmati prosesnya, aku merasa senang karena kerja keras kami berbuah manis.

Awalnya aku tidak masuk dalam jadwal shift, tapi karena situasinya tampak sangat sibuk, akhirnya aku ikut membantu pekerjaan kasar seperti bersih-bersih.

Sambil bekerja dengan menyenangkan, pengeras suara kelas mengumumkan berakhirnya festival sekolah. Tanpa disadari, ruangan kelas telah diwarnai oleh semburat jingga senja.

Pada akhirnya, aku melewatkan kesempatan untuk bernegosiasi dengan Himegi-san...

Berjalan melewati koridor tempat yakisoba sisa dijual murah, para wali murid mulai meninggalkan gedung sekolah. Pemandangan itu memancarkan nuansa kesepian yang khas setelah perayaan usai.



Kami menuju ke gedung olahraga, dan setelah upacara penutupan singkat selesai, acara pun dibubarkan. Pekerjaan bersih-bersih dijadwalkan pada hari masuk sekolah berikutnya.

Jika dibiarkan seperti ini, hari ini akan berakhir begitu saja. Digerakkan oleh rasa panik, aku mengejar Himegi-san yang melangkah keluar dari gedung olahraga.


Namun, tepat di luar gedung olahraga, Himegi-san dicegat oleh tiga orang cowok.

「Himegi-san, nanti malam ikut acara perayaan malam (noyasai), kan?」

「Hm, rencananya sih begitu...」

Menjawab dengan nada ragu-ragu, para cowok itu langsung mendesaknya bertubi-tubi.

「Kan! Berangkat bareng yuk!」

「Ikut dandan gak?」

「Aku bakal main band lho. Mau lihat dari barisan paling depan nggak?」

Para normie itu melancarkan pendekatan agresif yang membuat suasananya sangat sulit untuk didekati.

Himegi-san memang sudah populer sejak awal, ditambah lagi dia baru saja memenangkan kontes gadis tercantik hari ini. Memakai alasan berdansa di acara malam sebagai kedok, pasti ada banyak cowok yang ingin mendekatinya.

Aku tidak punya hak untuk ikut campur. Berpikir begitu, aku pura-pura tidak melihat dan mencoba berjalan melewatinya.

「──Maaf. Aku sudah ada janji sama orang lain.」

Himegi-san menolak mentah-mentah, lalu berlari ke arahku.


Kupikir dia ada urusan di kelas, tapi tepat setelah melewati diriku, Himegi-san berbalik ke belakang.

「Takahashi-kun. Kamu kayaknya punya sesuatu yang mau disampaikan ke aku, kan?」

Pada detik itu, jantungku berdegup kencang seolah ingin meloncat keluar dari dada.

Namun, ini adalah kesempatan terakhirku. Bukan waktunya lagi untuk memuntahkan isi perut karena grogi.


「──Himegi-san. Maukah kamu pergi ke acara malam bersamaku?」

「Tentu saja!」

Himegi-san menampilkan senyuman secerah matahari yang langsung menerbangkan segala kegelisahanku.

「Soalnya kita kan 'Garis Tangan Takdir' dan punya 'Konstelasi Sinergi', ya kan?」

「Kamu ngomong begitu memangnya paham artinya?」

「Sama sekali nggak paham!」

☆ ☆

Begitu melangkah keluar melalui area rak sepatu (gebako), langit sudah mulai temaram.

Sebuah panggung darurat didirikan di tengah lapangan sekolah, dan cahaya dari api unggun menerangi sekelilingnya.

「Acara perayaan malam, akan segera dimulai~!」

Begitu panitia menyerukan pengumuman lewat pengeras suara, para siswa langsung berkumpul secara serentak.


Tak lama kemudian, musik populer mulai mengalenta, dan tim tari sukarelawan mulai menari di sekitar api unggun. Himegi-san menggoyangkan tubuhnya mengikuti irama, sementara aku berdiri di sampingnya sambil bertepuk tangan kecil.

「Nih, Takahashi-kun. Nggak mau ikutan gabung menari?」

「Enggak deh, aku kan nggak hafal gerakannya...」

「Nanti aku ajarin, tiruin seadanya aja. Ini kan bukan ujian.」

Belum sempat aku menjawab, Himegi-san sudah menyambar tangan kananku dan menarikku berlari.

Himegi-san selalu membawaku ke tempat-tempat yang tidak kukenal. Aku merasa, dialah sosok yang sangat tak tergantikan bagiku.

Menjaga jarak aman dari orang-orang sekitar, aku mulai belajar gerakan tari dari Himegi-san.

Aku hanya bisa melakukan langkah-langkah kaku, membuat kaki kami berkali-kali saling membentur. Meskipun begitu, Himegi-san malah tersenyum kepadaku.

「Takahashi-kun, kamu payah banget ya soal menari. Waktu pelajaran sekolah juga nggak semangat sih...」

「Kukira kemampuan itu adalah parameter yang tidak terlalu dibutuhkan untuk bertahan hidup...」

Seulas bulan lalu, aku bahkan tidak pernah membayangkan diriku akan menari di acara perayaan malam sekolah.

Namun, Himegi-san melihatku sambil tersenyum. Karena itulah, aku merasa tidak ada lagi hal yang perlu ditakutkan.

「──Himegi-san. Soal urusan sekretaris itu... apa kontraknya bisa diperpanjang...?」


Mengandalkan momentum yang ada, aku melontarkan pertanyaan itu. Himegi-san sempat membelalakkan matanya karena terkejut, lalu wajahnya mengembang dengan senyuman.

「Tergantung syaratnya sih. Kamu mau perpanjang sampai kapan?」

「Um... Untuk sekarang, bagaimana kalau diperpanjang satu bulan, dan akan diperpanjang otomatis kecuali ada salah satu pihak yang mengajukan pembatalan?」

「Enggak mau. Setidaknya, aku nggak mau di-PHK sebelum lulus SMA.」

Begitu kalimat itu terucap, aku merasakan dadaku dipenuhi oleh kehangatan.

「Paham. Kalau begitu, mari kita buat kontraknya diperpanjang selama 2 tahun 6 bulan.」

「Mohon bantuannya.」

「Yah, kalau di sisiku jangankan lulus, urusan naik kelas saja rasanya meragukan sih.」

「Ah, aku benar-benar lupa. Padahal ibunya Guru sudah berpesan supaya aku mengawasi Guru agar rajin belajar...」

「Kamu baru ingat sekarang, ya?」

「Mulai besok, aku bakal langsung memasukkan jadwal belajar ke dalam to-do list. Sebentar lagi kan ujian tengah semester, lho.」


「Boleh saja... Tapi jangan kaget ya kalau aku ini payah banget soal belajar.」

「Tenang saja, bagian yang tidak kamu mengerti nanti bakal aku ajarkan. Soalnya dari dulu aku cuma selalu diajari macam-macam sama Takahashi-kun terus, jadi rasanya tanggalku jadi gatal ingin mengajar(*), nih.」

Ujar Himegi-san sambil tersenyum geli seperti anak kecil yang sedang berbuat usil.

☆ ☆

Daftar Bab Novel
Memuat daftar chapter...