📢 Announce 📢

Jangan lupa bantu kami dengan donasi
Jitsuwa

Epilog ②: Menuju Tantangan Baru (Sudut Pandang Pria Berkemampuan Tinggi)

September 18, 2026 • Penerjemah: Jerinnn
Ukuran:
Mode:

 4 Oktober. Aku berhasil memperpanjang kontrak dengan Himegi-san tanpa masalah, dan sekarang lamunanku tentang masa depan mulai berkembang liar di ruang tamu.

Mulai hari ini, aku akan membayarkan upah untuk Himegi-san sebagai sekretaris. Kalau nanti dia bersedia terus menjadi sekretarisku bahkan setelah lulus SMA, aku ingin menyambutnya masuk sebagai pegawai tetap perusahaanku.

Mempekerjakan seorang pegawai bukan sekadar menambah jumlah tenaga kerja. Sebagai ganti atas waktu dalam hidup orang tersebut, kita harus memikul tanggung jawab atas masa depan mereka.

Selain membayarkan gaji untuk mereka, kita juga harus terus menyetorkan iuran asuransi sosial kepada negara.

Aku tidak tahu apakah hal seperti itu sanggup kulakukan. Namun, agar aku bisa melakukannya suatu hari nanti, aku ingin mulai mempersiapkannya sejak sekarang.

Aku tidak tahu akan jadi seperti apa Jepang ke depannya, tapi tabunganku bisa saja berubah menjadi kertas tak berharga akibat hiperinflasi, jadi aku harus membangun sistem yang memungkinkan untuk meraup penghasilan lebih banyak lagi.

Aku meninjau kembali email-email yang selama ini dikirimkan ke perusahaanku. Sebagian besar pihak yang menawarkan kolaborasi pembuatan adalah kreator perorangan. Di sisi lain, tawaran dari perusahaan biasanya berupa pembuatan dan penjualan merchandise seperti figur atau gantungan kunci akrilik.

Kalau ingin membesarkan perusahaan, pengembangan merchandise sepertinya memang perlu dilakukan. Aku harus memilah perusahaan mana yang paling bagus untuk diajak bekerja sama.

Kendati demikian, jika melihat persentase pembagian keuntungan yang tertulis di dalam email, ke depannya sepertinya akan lebih baik jika kita memproduksi merchandise secara mandiri. 


Untuk mengurangi risiko kelebihan stok, pertama-tama aku harus mengambil data seberapa besar potensi penjualannya...

Tentu saja, hal itu didasari oleh premis untuk terus mengembangkan game-nya secara progresif tanpa berkompromi pada kualitas cerita utamanya.

Apakah karya selanjutnya akan menjadi hit adalah hal yang belum diketahui, namun aku akan meramunya hingga bisa dengan bangga mengatakan, "Ini jauh lebih menarik dari pada 'Gakuen Jihen'!" Demi mewujudkannya, itulah alasan mengapa aku memutuskan untuk melakukan kolaborasi.

Sejujurnya, saat ini rasa cemas jauh lebih besar ketimbang ekspektasi. Namun, hal-hal yang bisa didapat dari kolaborasi ini pasti juga sangat besar, dan aku yakin aku bisa melewatinya jika bersama Himegi-san.

Terlebih lagi, aku sudah terlanjur mengatakannya pada Himegi-san, jadi aku tidak bisa mundur lagi. Aku akan menghadapinya dengan tekad bulat, tumbuh menjadi lebih dewasa, dan membuktikan diri sebagai pria yang pantas berdampingan dengan Himegi-san.

Diam-diam, aku melirik ke arah Himegi-san. Dia tampak memasang ekspresi sulit sambil mengamati gambar seorang wanita berbalut kostum cosplay heroine 'Gakuen Jihen' di smartphone-nya. Padahal aku sudah meminta tolong padanya untuk membuat daftar kreator, sebenarnya apa yang sedang dia lakukan?

...Seandainya Himegi-san tidak menjadi pegawaiku, melainkan ingin menjadi keluargaku... Aku ingin punya sekitar tiga anak, dan bagaimanapun juga aku harus mengembangkan perusahaan ini lebih jauh lagi...

「──Guru, ada satu hal yang ingin saya pastikan.」


Tiba-tiba, Himegi-san melontarkan pertanyaan dengan nada serius.

Aku langsung menegakkan posisiku, berusaha agar dia tidak menyadari kalau aku baru saja memikirkan hal-hal yang kurang senonoh.

「Menurut Guru, bagaimana pendapat Anda tentang seorang cosplayer?」

「...Cosplay?」

「Iya. Tentu saja saya paham bahwa itu adalah budaya yang luar biasa, tapi yang saya tanyakan adalah preferensi pribadi Guru. Misalnya, tampaknya di luar sana ada juga orang yang melakukan cosplay 'Gakuen Jihen' tanpa izin dari penulisnya, lho.」

「Ah, soal itu keren ya. Sepertinya mereka membuat sendiri kostumnya lalu sengaja memesan studio khusus untuk berfoto.」

「Artinya, Guru tidak memiliki kesan negatif terhadap hal itu?」

Cenderung memberikan kesan positif, malah. Atau lebih tepatnya, kurasa tidak ada seorang penulis pun yang akan merasa kesal jika karyanya dijadikan cosplay buatan sendiri. Tentu saja, kalau memikirkan soal hak cipta, kita tidak bisa terang-terangan membenarkannya, sih.

「Begitu ya. Kalau begitu, bagaimana jika ada orang yang melakukan cosplay 'Gakuen Jihen' tepat di hadapan Anda?」

「Maksudnya... bagaimana?」

「Jika cosplayer tersebut berwajah super duper cantik, apakah dia akan masuk dalam target romantis Anda? Orang itu kan menghormati Guru, jadi sepertinya akan sangat mudah untuk meluluhkan hatinya, bukan?」

「Pertanyaan macam apa itu...」

「Tolong pikirkan secara serius. Ini adalah hal yang berkaitan dengan masa depan perusahaan.」

「Kenapa jadi nyambung ke situ!?」


Aku tidak begitu paham, tapi kalau ditanya apakah dia akan masuk dalam target romantis, jawabannya tentu saja tidak.

Karena aku menyukai Himegi-san...

「Dia tidak akan masuk dalam target romantis, kok.」

「Begitu ya. Sangat membantu sekali.」

Entah kenapa Himegi-san mengangguk sambil menunjukkan senyuman lega. Percakapan memalukan barusan itu sebenarnya apa...

Seketika itu pula, sebuah pertanyaan melintas di benakku.

「Ngomong-ngomong soal cosplay, Himegi-san sekarang ini juga sedang memakai cosplay sekretaris, kan?」

「I-ini bukan cosplay! Saya ini sekretaris sungguhan!」

Himegi-san memerah pipinya dan memprotesku dengan nada setengah berteriak.

Daftar Bab Novel
Memuat daftar chapter...