📢 Announce 📢

Jangan lupa bantu kami dengan donasi
Jitsuwa

Epilog ①: Tugas Baru (Sudut Pandang Gadis Tercantik di Sekolah

September 18, 2026 • Penerjemah: Jerinnn
Ukuran:
Mode:

 「Ngomong-ngomong Guru. Kemarin kan Anda sempat bilang, 'Begitu festival sekolah selesai, ada pekerjaan yang ingin kuminta', kan? Pekerjaan seperti apa memangnya?」

Tanggal 4 Oktober, hari Minggu. Hari pertama masuk kerja setelah kontrakku diperpanjang. Begitu melangkah masuk ke ruang tamu rumah Guru, aku langsung melontarkan pertanyaan itu.

「Waktu itu, pas aku minta tolong kamu buat ngirim email penolakan, aku sempat bilang kan kalau ada tawaran kolaborasi pembuatan game yang masuk? Untuk karya baru selanjutnya, aku kepikiran buat mencoba mengandalkan bantuan dari orang lain.」

「Eh!? Begitukah!?」

「Iya. Kalau mau bikin karya baru yang kualitasnya nggak kalah dari 'Gakuen Jihen', kurasa aku perlu meninjau ulang cara produksinya.」

「Hebat banget! Berani mengambil keputusan yang luar biasa ya...!」

「Semua itu berkat pengalaman jadi pemimpin proyek di festival sekolah kemarin sih... Tapi, karena aku bakal gugup kalau harus berurusan sama orang yang belum kenal, aku mau Himegi-san ikut mendampingi di pertemuan pertama kita nanti...」

「Tentu saja. Sebagai sekretaris, aku akan memberikan dukungan semaksimal mungkin.」

「Kalau begitu, bisa tolong buatkan daftar kreator yang sempat nawarin kerja sama bareng? Soalnya kan sempat kutolak sebelumnya, jadi rasanya bakal agak canggung buat ngubungin mereka lagi.」

「Urusan remeh-temeh seperti itu biar saya yang tangani semuanya, jadi tidak perlu khawatir. Kira-kira orang seperti apa ya yang sudah ngirim tawaran kerja sama itu, jadi tidak sabar!」

「Ah... Kurasa sebaiknya jangan terlalu berharap banyak, deh.」

「? Kenapa begitu?」


「Kreator yang ngirim email pengen kolaborasi itu kebanyakan adalah orang-orang yang belum punya banyak rekam jejak.」

「Begitukah...?」

Waktu itu, aku sama sekali tidak mengerti apa maksud dari perkataan Guru yang menyebutkan 'belum punya banyak rekam jejak', dan mengira itu berarti karya yang mereka keluarkan sebelumnya tidak menjadi hit.

Namun, begitu aku mulai mengerjakan tugas membuat daftar kreator yang mengirim pesan, aku langsung paham apa maksudnya. Setelah membaca beberapa email, ada banyak kesamaan dari orang-orang yang tidak punya rekam jejak ini.

Pertama-tama, meskipun mereka bilang ingin bekerja sama, sama sekali tidak ada profil diri yang ditulis di dalam badan email. Yang ada hanyalah informasi akun medsos (social media), jadi saat aku coba mampir untuk mengeceknya, isinya cuma foto-foto makanan atau foto oshi kesayangan mereka, sampai-sampai karya seperti apa yang sebenarnya mereka buat sama sekali tidak kelihatan.

Orang-orang ini, di satu sisi menuliskan kalimat seperti 'Aku ingin sekali bisa bekerja sama dengan Guru yang sangat aku kagumi', tapi di sisi lain menyuruh kita mencari sendiri seberapa besar kemampuan mereka dengan cara menelusuri postingan lama di medsos mereka...? Padahal postingannya isinya cuma cuplikan live streaming anime atau keluh kesah soal perusahaan tempat mereka kerja...

Soal fakta bahwa mereka bergerak secara mandiri dan belum menunjukkan hasil yang menonjol, itu sama sekali bukan masalah. Hanya saja, setidaknya tolong sematkan (pin) informasi karya kalian di bagian atas profil medsos... Atau lebih pasnya lagi, tolong lampirkan karya yang bisa memperlihatkan kemampuan kalian di dalam email saat mengajukan tawaran...



Selain itu, ada juga beberapa email yang datang dengan isi 'Tolong jadikan saya murid', tapi karena aku tidak terlalu paham soal sistem guru-murid di Jepang modern, aku pura-pura tidak melihatnya.

Bagaimanapun juga, ada banyak sekali calon penulis skenario maupun ilustrator yang dengan benar melampirkan URL karya mereka di dalam badan email sehingga bisa langsung dilihat. Dan karya dari orang-orang seperti itu sebagian besar memang berkualitas tinggi. Mungkin karena mereka punya niat untuk memasarkan karya sendiri dan mampu memikirkan kenyamanan orang yang melihatnya.

Di antara mereka, ada seorang ilustrator yang tingkat keahliannya sangat tinggi. Terlebih lagi, nuansa karyanya sangat mirip dengan 'Gakuen Jihen'. Berpikir kalau ini mungkin bisa diandalkan, saat aku membaca profil medsosnya, tertulis keterangan 'JK Aktif (Siswi SMA)'.

...Oalah, ternyata siswi SMA aktif ya... Yah, kalau usia kami tidak terpaut jauh, mungkin bakal lebih mudah untuk diajak kerja sama, sih...

Saat aku terus menggulir (scroll) medsos sambil berpikir apakah orang ini bisa dijadikan kandidat utama, tiba-tiba sebuah foto gadis cantik bercap cosplay sebagai heroine 'Gakuen Jihen' muncul di hadapanku.

Rupanya orang ini, selain pandai menggambar, juga punya hobi cosplay. Tertulis di sana kalau kostumnya dibuat sendiri. Selain pandai menggambar, ternyata jago menjahit juga...

Kupikir foto itu diambil di sekolahnya pas jam pulang sekolah, tapi selain latar belakang dan kualitas kostumnya yang tinggi, teknik rias wajahnya juga sangat bagus, dan tingkat kemiripannya dengan versi asli di dalam karya benar-benar luar biasa.

Lagi pula, wajah aslinya memang sudah imut dari sananya.

Hmm... Orang yang suka mengunggah foto cosplay di medsos sepertinya punya hasrat untuk diakui (attention seeking) yang cukup tinggi, jadi mungkin sebaiknya dihindari saja, ya...

Kendati demikian, ilustrasinya memang sangat bagus... Tapi ya ampun...

Pada akhirnya, aku harus terjebak dalam pergulatan batin di antara tugasku sebagai sekretaris dan ego pribadiku yang tidak ingin merebut Guru dari wanita lain.

Daftar Bab Novel
Memuat daftar chapter...