Bab 15: Mencoba Keliling Festival Sekolah Bersama Sekretaris Cantik (Sudut Pandang Pria Berkemampuan Tinggi)
──Begitu ya, seharusnya tadi aku mengajaknya dengan dalih liputan saja, ya.
Karena perkataan yang tak terduga itu, aku refleks langsung menolaknya, padahal mengatakannya sebagai bentuk liputan mungkin bisa membuat situasinya terasa lebih wajar tanpa menimbulkan kecanggungan.
Kontrak kerjaku bersama Himegi-san akan berakhir hari ini. Semenjak menyadari hal itu kemarin, aku terus merasa gelisah.
Himegi-san adalah wanita luar biasa yang melengkapi kekuranganku dan membantuku berkembang. Aku sangat ingin memperpanjang kontraknya.
Namun, aku juga merasakan ketertarikan padanya sebagai seorang wanita. Meski begitu, terus mempekerjakannya sebagai sekretaris sambil menyembunyikan perasaan ini rasanya tidak jujur.
Kendati demikian, aku tetap tidak ingin hubungan ini berakhir begitu saja. Sambil memikirkan hal-hal itu terus-menerus, hari ini pun akhirnya tiba.
Aku memang berhasil membuat janji untuk berkeliling bersamanya, tapi apa yang harus kulakukan setelah ini...?
「Ngomong-ngomong, Takahashi-kun ada tempat yang ingin dikunjungi?」
「Ah... Aku tadinya mikir mau keliling seadanya aja, sih...」
Sadar bahwa aku sama sekali belum memikirkannya, aku buru-buru membuka brosur festival sekolah. Kalau disaring ke stan bertema game, sepertinya ada beberapa stan seperti 'Bowling Botol Plastik', 'Darts', dan 'Berburu Harta Karun'. Kira-kira tempat mana yang bakal bikin dia senang, ya...?
「Himegi-san sendiri, ada tempat yang ingin kamu kunjungi?」
「Aku pengen ke rumah ramal yang dikelola kelas 1-3.」
「Oke, kalau gitu ke sana.」
Merasa lega karena tujuan kami sudah diputuskan, begitu festival sekolah dimulai, kami langsung menuju ke stan rumah ramal.
Ruang kelas 1-3 disekat menggunakan tirai gelap gulita menjadi empat bilah booth. Sambil mengantre sejenak di antara para siswa dan orang tua murid, kami akhirnya dipersilakan masuk ke salah satu booth.
Di ruangan yang sempit dan agak temaram itu, kami berhadapan dengan seorang siswi berpenampilan ala peramal yang sedang meletakkan tangannya di atas bola kristal.
「Selamat datang di rumah ramal. Masa depan seperti apa yang ingin kalian ketahui?」
Mendengar pertanyaan itu, aku nyaris keceplosan berkata, "Masa depan kami berdua." Bahaya, bahaya. Kami kan belum jadian, menanyakan hal seperti itu rasanya aneh banget.
「Tolong beritahu kami, seperti apa masa depan kami berdua nantinya.」
Himegi-san!? Kamu mau tahu masa depan kita berdua!?