📢 Announce 📢

Jangan lupa bantu kami dengan donasi
Bocchikano

Prolog

September 22, 2026 • Penerjemah: Jerinnn
Ukuran:
Mode:

Musim semi. Itu adalah musim di mana tumbuh-tumbuhan mulai bertunas dan para hewan terbangun dari hibernasi mereka. 

Sudah menjadi hukum alam bahwa cerita bertema sekolah menengah (gakuen-mono) hampir selalu dimulai pada musim semi. 

Siapa pun yang menghirup udara hangat pasti akan merasa gembira dan berharap sesuatu yang baik akan terjadi. Hal itu tidak terkecuali bagi diriku, Nanamura Hodaka.

Hari ini adalah upacara penerimaan siswa baru SMA. Setelah lulus masuk ke SMA Higashidani, aku sedang mendaki jalan miring yang membentang panjang di depan sekolah. 

Semangatku membara gara-gara seragam baru yang masih kaku dan belum terbiasa dipakai, dan dadaku dipenuhi oleh begitu banyak harapan akan kehidupan SMA sampai-sampai terasa menyesakkan.

Di kedua sisi jalan tanjakan, berderet toko pakaian modis dan kafe-kafe. Memang belum ada pengunjung yang datang, tapi sosok-sosok yang tampak seperti siswa baru sepertinya bisa terlihat di sana-sini.

"Heh... inilah panggung masa mudaku." Aku melepaskan senyuman kecil.

Tempat ini terlalu modis sehingga jika aku berada di masa SMP, aku pasti sudah kabur tanpa pikir panjang. Tapi aku yang sekarang adalah seorang anak SMA. 

Datanglah kafe atau apa pun, aku siap. Apalagi uang saku juga sudah bertambah.

Aku membayangkan berbagai acara masa muda yang menantiku di SMA. Klub sekolah, persahabatan, dan tentu saja, percintaan. 

Wah ampun deh, masa depan silau banget sampai-sampai aku tidak sanggup menatapnya langsung.

Musim semi adalah musim yang ajaib, rasanya segala hal pasti akan berjalan dengan lancar. 

Bahkan deklarasi Ayah tadi pagi yang bilang, "Mulai hari ini, targetku jalan kaki 10.000 langkah sehari!", rasanya aneh karena kali ini pun aku merasa tekad itu bakal bertahan. 

Padahal setengah tahun lalu beliau bilang hal yang sama persis.

Ah, segala hal yang tertangkap oleh penglihatanku terasa begitu indah. Langit biru dengan awan kapas yang mengapung di kejauhan, daun-daun pohon pinggir jalan yang berdesir tertiup angin seolah sedang tersenyum, tahi anjing yang bersinar disinari matahari—semuanya terasa ind... eh, tidak masuk akal kalau tahi anjing dibilang indah.

 Jangan sembarangan meninggalkan tahi anjing di jalan yang modis begini. Apalagi masih ada bekas jejak kaki seseorang lagi.

Aku memanjatkan doa dalam hati untuk siapa pun yang bernasib malang itu.

...Ngomong-ngomong soal tahi anjing tadi. Hari-hari tanpa hubungan dengan persahabatan maupun percintaan telah resmi berakhir. Masa pubertas yang suram ini akhirnya akan kedatangan musim semi.

Saatnya telah tiba. Kehidupan SMA-ku yang gemilang baru saja dimulai!



Daftar Bab Novel
Memuat daftar chapter...