Prologue: Menjadi seorang wanita yang direbut pacarnya sendiri.
「Ke-kenapa... Aki, bohong kan...! Bilang kalau ini cuma bohong! Bukannya kita ini pasangan kekasih!?」
Di tengah derasnya hujan, seorang pria meratap tanpa mengenakan payung. Entah apakah dia anak SMA, dengan seragam sekolah yang basah kuyup oleh air hujan dan lumpur, sosoknya yang mengenaskan itu mengundang rasa kasihan dari siapa pun yang melihatnya.
「Ah, aah... Ti-tidak... Jangan pergi, Aki...」
Pria yang basah kuyup itu merentangkan tangannya ke arah sang kekasih—tidak, mantan kekasihnya—sambil wajahnya berantakan oleh air hujan dan air mata.
「I-iya...♥」
Gadis yang bahunya dirangkul itu merona merah, lalu berjalan meninggalkan tempat itu sambil berpelukan dengan pria tersebut di bawah satu payung yang sama.
『Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!』
【Mundur】
『Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!』
Wajah tampan pria yang mendengarkan rekaman suara itu berkedut, menampilkan senyuman licik dan lembap yang mengeluarkan suara seolah berdecak.
「…………Ahhh~~~ Suara otak yang hancur itu benar-benar yang paling mantap~~~」
Dia adalah seorang sosiopat dan sampah masyarakat.
Bukan hanya itu, dia juga mengidap keinginan untuk menjadi perempuan, serta memiliki fetis yang teramat sangat sesat: ingin merebut pacar orang lain saat mereka sedang menjalin hubungan yang sehat, atau justru direbut pacarnya oleh pria lain.
Karena hal itu tidak bisa terwujud dengan tubuh laki-lakinya, dia melampiaskannya dengan merebut pasangan-pasangan di sekitarnya tanpa terkecuali, menghancurkan mental para pria tersebut demi sedikit mengobati kehausan yang tidak pernah terpuaskan. Benar-benar seorang pemuka kaum sesat yang sungguh memalukan untuk dibawa ke mana-mana.
「Ratapan Hiro-kun bagus banget~~~ Puncaknya! Aksi murahan Aki-chan juga layak banget diganjar Piala Oscar~~~」
Yang membuat situasinya semakin parah adalah fakta bahwa dia sama sekali tidak memiliki niat jahat terhadap pasangan-pasangan yang dia hancurkan hubungannya—itulah poin terburuknya.
Bahkan, dia justru merasa berterima kasih kepada mereka karena telah memperlihatkan adegan kehancuran mental yang luar biasa. Dia mungkin bahkan berpikir rela membayar untuk itu.
Secara halus, dia adalah sampah yang kebahagiaan seluruh dunia ini akan meningkat jika dia mati lebih cepat.
「――――Heh?」
Dan entah apakah doa seluruh dunia itu akhirnya sampai ke langit.
Ataukah kebiasaan bermain ponsel sambil berjalan telah menyulut kemurkaan dewa yang sangat ketat terhadap aturan lalu lintas.
Sebuah truk yang menerobos lampu merah melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya—itulah pemandangan terakhir yang dilihatnya di akhirat.
*
——Namun, jika memang ada dewa yang membasmi kejahatan, sudah pasti ada pula iblis yang berniat membiarkan kejahatan tetap hidup.
Pria yang seharusnya sudah terseret ratusan meter oleh truk dan berubah wujud menjadi seperti karya seni kontemporer itu, tahu-tahu mendapati dirinya sudah menjadi seorang bayi. Ogyaa.
Lalu, dia menggerakkan lehernya yang baru saja bisa tegak untuk memeriksa bagian selangkangannya. Batang yang tadinya menempel di kehidupan lampunya sudah tidak ada.
Rupanya, dia telah terlahir kembali sebagai seorang wanita.
Pria itu—tidak, wanita itu—mengucap syukur kepada Sang Pencipta.
Dia telah diberikan kesempatan untuk menggenggam cita-cita luhur yang tidak pernah bisa terwujud di kehidupan sebelumnya.
Keinginan untuk direbut oleh pria lain saat sedang menjalani hubungan yang murni dan tulus dengan sang kekasih!
Di kehidupan lalu, dengan penuh rasa penasaran dia harus puas berperan sebagai pria selingkuhan (orang ketiga), tetapi di kehidupan sekarang dirinya adalah seorang wanita. Artinya, dia bisa menjadi pemeran utama dalam kisah NTR!
「Menarik banget nih, bikin tertantang!」
Semangat juang bayi paling jahat sedunia itu membara jauh lebih gelap dari jurang kegelapan, diliputi oleh kegembiraan yang mirip seperti aktor muda yang baru saja berhasil merebut peran utama dalam film blockbuster Hollywood.
Mungkin, sang iblis pun sedang sedikit memiringkan kepalanya sambil berpikir, "Duh, tadinya harusnya nggak usah kureinkarnasiin aja ya."